Archive for March, 2008

He Love me

Thursday, March 20th, 2008

Pernah "dijatuhi cinta" oleh seseorang yang Anda kagumi? Bagaimana rasanya? Senang? Bangga? Atau malah sedih karena merasa tidak pantas? Saat kita mengagumi seseorang, tak jarang kita berandai-andai menjadi pasangan hidupnya. Membayangkan saja sudah "melambung" rasanya, apalagi kalau menjadi kenyataan. Bagaimana perasaan Anda ketika disapa oleh oleh yang Anda taksiri? Wah … bisa-bisa Anda tak dapat tidur semalaman. Sapaannya begitu melekat kuat dalam benak Anda sehingga Anda kuasa untuk membiarkannya pudar dari pelupuk mata.

Dunia akan menjadi indah sekali! Tak jarang kita akan menjadi super "percaya diri" ketika orang yang kita taksir ternyata menaruh hati pada kita. Menjadi pasangan hidup atau mungkin -hanya- menjadi teman orang yang terkenal pun dapat membuat Anda menjadi bangga. Kepercayaan diri bertambah dan biasanya Anda akan menjadi orang yang murah senyum.

Paskah adalah sebuah peringatan cinta kepada kita. Setiap kita merayakan Paskah kita mengamini kekuatan cinta Tuhan kepada manusia. Pada perayaan Paskah kita mengulang kembali rentetan perjalanan salib Yesus. Jalan salib itu membuktikan bahwa Tuhan mau melakukan apa saja agar manusia bebas dari derita maut. Bahkan Dia rela menanggalkan kegemilangan-Nya hanya untuk kita! (Iya buat kita, manusia yang selalu berlagak tuli ketika suara-Nya memanggil!)

Paskah (seharusnya) menyadarkan kita bahwa kita dicintai oleh Tuhan. Tuhan lebih dari istri/suami Anda, keluarga Anda, teman-teman Anda, kekasih Anda, karier Anda, kekayaan Anda. Dia melebihi segala sesuatu yang Anda miliki dan kagumi. Maka jika Anda dapat lebih percaya diri dan bangga ketika Anda memiliki semua "keduniawian" ini, bukankah Anda seharusnya lebih bangga ketika Anda dicintai oleh pencipta alam semesta ini? Bangga dicintai Tuhan bukanlah sebuah titik akhir. Sebaliknya, kenyataan itu adalah titik awal dari kehidupan Anda.

Manusia bernapas bukan semata-mata untuk melanjutkan sepenggal kisah kehidupan. Manusia bernapas agar dapat hidup sehingga selanjutnya dapat melanjutkan karya kasih Tuhan di dunia. Meneruskan karya kasih Tuhan di dunia bukanlah hal yang sepele. Itu sebuah "proyek besar"! Sebuah "karya besar" tidak akan dapat dikerjakan dengan setengah-setengah. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan komitmen yang kuat. Namun semuanya itu tidak seharusnya menjadi masalah besar yang menciutkan nyali kita, karena bukankah kita sudah memiliki "bekal yang cukup"? Cinta Tuhan kepada kita adalah sebuah bekal yang luar biasa. Dia bukanlah Pribadi yang dapat kita sepelekan. Dia adalah penguasa dunia. Kalau Anda tidak bisa tidur karena disapa oleh orang yang Anda taksir, tidakkah Anda lebih tidak bisa tidur ketika Tuhan menyatakan cinta-Nya pada Anda?

Nah, tidakkah kita bangga menjadi pribadi yang dicintai Sang Penguasa Alam Semesta? Kalau "iya", apa balasan kita kepada-Nya?

Cinta itu menyembuhkan

Sunday, March 9th, 2008

Untuk tetap sehat dan panjang umur kita selalu dianjurkan untuk menjalani pola hidup yang sehat, tetapi kita sering melupakan faktor lain yang juga penting untuk membuat kita selalu sehat yaitu cinta. Meskipun tidak bisa dilihat bukan berarti cinta tidak berpengaruh pada kesehatan kita. Kalau tidak percaya, lihatlah orang yang sedang jatuh cinta. Meski pola hidup dan pola makannya belum tentu sehat, tapi mereka nampak segar dan penuh energi. Tiba-tiba saja menjadi kuat bekerja siang dan malam seolah mendapatkan energi ekstra. Kenyataannya, sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa cinta mambuat kita lebih sehat. Namun tidak semua cinta memiliki efek menyembuhkan. Misalnya cinta romantis. Meski bisa membantu penyembuhan; namun cinta jenis ini cepat sekali berlalu. Dan seringkali malah menimbulkan depresi ketika patah hati atau saat bertepuk sebelah tangan. Cinta yang paling baik dalam penyembuhan adalah cinta yang mengandung kasih, penerimaan dan pengertian. Jadi mengandung unsur spiritual dan emosional, walau bisa juga menjadi romantis. Dr. Bernie Siegel, penutis buku Love, Medicine and Miracle menyebutnya cinta tanpa pamrih (unconditional Iove). Cinta jenis ini menurutnya mengandung energi penyembuhan yang kuat. Bagaimana bisa demikian? Orang Yang Dicintai Dan Mencintai Sama-sama Sehat Penelitian di Yale University terhadap 119 pria dan 40 wanita yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah koroner, hasilnya mereka yang merasa paling dicintai dan didukung oleh pasangannya memiliki lebih sedikit penyumbatan di arteri jantungnya dibandingkan kelompok lainnya. Jika merasa dicintai baik pengaruhnya bagi kesehatan jantung, memberikan cinta juga bisa membuat orang awet muda. Dengan kata lain, semakin banyak mereka memberikan cinta dan dukungan kepada sesamanya, semakin lambat proses penuaan yang terjadi pada mereka. Orang yang merasa dicintai, dipedulikan, menikmati dukungan serta kedekatan, akan menjadi lebih berbahagia dan lebih sehat. Risiko menderita penyakit menjadi lebih kecil, dengan begitu kesempatannya menjadi Iebih besar untuk bertahan hidup. Mengapa pengaruh cinta bisa sedemikian kuatnya? Cinta Meningkatkan Kekebalan Tubuh Meskipun dalam praktiknya selama ini lebih banyak membantu penderita kanker, Dr. Bemie Siegel begitu yakin bahwa kekuatan cinta bisa mengatasi berbagai penyakit. Menurutnya, cinta tanpa syarat (unconditional love) merupakan perangsang sistem kekebalan yang paling hebat. Dengan sepenuhnya menyayangi diri sendiri dan orang lain, secara otomatis kadar immunoglobulin dalam darah kita akan meningkat. Jadi tak peduli bagaimana pun kondisi kita, tak ada salahnya untuk mulai mencintai dan mempersiapkan diri untuk dicintai sesama manusia dengan cinta tanpa pamrih seperti yang diteladankan Yesus semasa hidupnya di dunia